5 Perubahan Masa Depan Setelah Pandemi versi World Economic Forum

Pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat di dunia, mulai dari kesehatan, finansial, pendidikan, hingga pekerjaan. Seiring waktu berjalan, masyarakat dan dunia bisnis beradaptasi dengan kondisi tersebut. Hal ini dipercaya akan memberikan perubahan signifikan pada masa mendatang.
World Economic Forum (WEF) menilai, setidaknya terdapat 5 perubahan pada masa depan yang terjadi setelah pandemi Covid-19. Berikut ulasannya.

Munculnya ruang 15 menit
Salah satu strategi untuk masa depan pekerjaan adalah menciptakan hub lingkungan yang memungkinkan pekerja dapat mencapai fasilitas, seperti restoran, bar, pusat kebugaran, atau galeri seni dengan mudah. Bahkan, fasilitas-fasilitas ini hanya membutuhkan waktu perjalanan selama 15 menit. Ruang-ruang ini memberikan kesempatan kepada pekerja untuk membangun jaringan sosial baru jauh dari kantor.

Laporan perusahaan teknologi Cognizant Softvision menyoroti perusahaan start-up asal Amerika Serikat (AS), Reef, yang menciptakan sebuah kota. Masyarakat di kota ini dapat memenuhi kebutuhannya hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda secara singkat. Hal serupa juga dilakukan Arab Saudi. Negara ini tengah membangun pusat komunitas cerdas sepanjang 100 mil yang terhubung tanpa harus menggunakan mobil.

Layanan pesan antar melalui pasar cloud
Popularitas layanan pesan antar makanan langsung meroket selama pandemi Covid-19. Setelah pandemi, restoran yang hanya menyediakan layanan makan di tempat akan menghadapi tantangan. Sebaliknya, konsep pesan antar akan semakin berkembang. Ke depan, restoran mungkin hanya akan menyediakan dapur pop-up tanpa tempat duduk. Restoran jenis ini hanya mengandalkan layanan pengiriman.

Clayton Griffith dari Cognizant Softvision memperkirakan bahwa “dapur hantu” itu akan berkembang menjadi “pasar cloud”. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk memesan sejumlah hidangan dari berbagai restoran dan mengirimkannya langsung ke rumah mereka. Bahkan, layanan serupa “pasar cloud” pun sudah diadopsi oleh sejumlah restoran yang bekerja sama dengan perusahaan transportasi.

Sistem keamanan menggunakan detak jantung
Pada masa pandemi, akselerasi digital akan semakin memainkan peran dalam hal keamanan, misalnya dengan pemanfaatan sistem pengenalan sidik jari dan wajah. Namun, ketika pengguna menggunakan masker, sistem keamanan pengenalan wajah akan sulit diterapkan.

Salah satu solusinya adalah menggunakan pola unik detak jantung atau cardio identification (ID) yang dapat mendeteksi tanda jantung unik seseorang hanya dengan menggunakan laser inframerah. Sistem tersebut kini telah dikembangkan oleh Pentagon dan NASA.

Adaptasi cara belajar secara digital
Lebih dari 1,3 miliar anak-anak di dunia terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Kondisi ini mungkin merupakan pengalaman yang menegangkan bagi orangtua dan murid, terutama mereka yang memiliki konektivitas internet dan akses ke perangkat digital secara terbatas.

Di sisi lain, Cognizant justru melihat kondisi itu akan membawa keuntungan ke dalam lingkungan belajar hibrida yang memungkinkan siswa menggabungkan PJJ dan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini dinilai dapat mengembangkan kecerdasan emosional anak-anak sekaligus membantu mereka menjadi lebih mandiri dan kreatif.

Aktivitas perkantoran
Sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan memiliki efek jangka panjang pada bisnis dan masyarakat, terutama mereka yang bekerja di perkantoran. Co-founder dan Kepala Center for the Future of Work Ben Pring mengatakan, pada masa depan, kantor akan menyediakan tiga fungsi, yakni showroom bagi klien, laboratorium riset dan pengembangan, serta tempat berpesta bagi para staf. Bahkan, fungsi ini akan dilakukan di gedung yang sama, tetapi untuk perusahaan yang berbeda, seperti halnya sistem co-working space yang kini menjadi tren bagi perusahaan.

Oleh sebab itu, untuk mendukung aktivitas itu, perusahaan harus menyediakan teknologi serta platform terbaik untuk mengolaborasikan pengetahuan, pembelajaran, sumber daya, dan wawasan. Lewat platform tersebut, para karyawan dapat terhubung dengan rekan kerja dan bisnis sehingga produktivitas kerja justru akan semakin meningkat selama WFH.

Posted by / January 10, 2022
Posted in
news