news Archives - Page 20 of 23 - Solusi.com
Manfaat Teknologi Disaster Recovery untuk Industri Perbankan

Manfaat Teknologi Disaster Recovery untuk Industri Perbankan

Sistem cloud yang menawarkan kemudahan dan keamanan untuk data-data, memang menjadi pendorong bagi komunitas bank untuk memindahkan pusat disaster recovery milik mereka ke sistem tersebut. Namun, ada beberapa bank yang masih ragu untuk mengikuti dan mengubah penyimpanannya ke sistem ini.

Salah satu wilayah yang memiliki perkembangan tercepat pada migrasi bank, terutama untuk institusi yang lebih kecil adalah pemulihan data. Banyak bank yang sudah melihat keuntungan besar dengan memindahkan pemulihan data mereka ke dalam sistem cloud. Hal ini juga sudah dibuktikan melalui survei yang baru-baru ini dilakukan oleh Computer Services Inc (CSI) yang dikutip dari halaman banktech.com. Dalam survei tersebut ada sekitar 27 persen bank yang mengatakan kalau mereka sudah merasakan keuntungan besar dengan menggunakan cloud untuk pemulihan datanya atau disaster recovery.

Banyak bank yang tidak ingin menyerahkan kendali karena mereka terlalu sensitif untuk membiarkan data-data mereka keluar dari kendalinya sendiri. Para bankir juga yang disurvei banyak yang khawatir tentang keamanan, kepatuhan, dan kehilangan kontrol jika mereka menerapkan layanan cloud. Padahal ada banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh para bankir jika sudah melengkapi perusahaannya dengan sistem ini. Berikut penjelasannya.  

Manfaat Disaster Recovery untuk Industri Perbankan

Padahal, pendekatan pemulihan bencana berbasis cloud sudah difasilitasi dengan kemampuan untuk memulihkan permasalahan perlindungan data saja, tapi juga serverm aplikasi, network, dan lain sebagainya secara otomatis. Belum lagi melalui sistem inipemulihan bencana bisa dilakukan lebih cepat  dari sebelumnya. Bank yang biasanya menggunakan model pemulihan data sekunder biasanya membutuhkan waktu selama 24-72 jam, sedangkan jika sudah menggunakan layanan disaster recovery bisa diselesaikan hanya dalam beberapa jam saja.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari pemulihan bencana adalah bisa mengurangi biaya yang terkait dengan pemeliharaan pusat data sekunder. Jika biasanya bank memiliki salah satu cabang khusus sebagai tempat penyimpanan data, dengan layanan ini bank tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun tempat penyimpanan khusus karena sudah tersimpan secara otomatis dan bisa diakses kapan pun dan di mana pun.

Tidak hanya mendapatkan penghematan biaya untuk tempat penyimpanan data, melalui sistem layanan disaster recovery para bankir juga bisa memangkas biaya lain dari kemampuannya untuk menghubungkan beberapa aplikasi bank. Mulai dari perbankan internet atau akses jarak jauh, tentu bisa lebih dihemat biayanya karena sudah terintegrasi dengan internet.

Lalu Siapa yang Memiliki Data tersebut?

Kepemilikan data memang menjadi isu lain yang bisa muncul ketika bank ingin memindahkan datanya ke sistem berbasis awan. Dalam urusan ini, bank harus yakin untuk menentukan siapa pemilik data setelah berada di pusat data host-nya. Sebelum beralih ke sistem ini,sebuah bank harus mengulas penyedia layanan tersebut menawarkan konektivitas untuk disaster recovery atau tidak sebagai bagian dari evaluasinya. Dalam poin ini, bank juga harus menanyakan fasilitas pencadangan seperti apa yang dioperasikan oleh penyedia layanan jika saja nanti ada gangguan atau kerusakan yang terjadi.

Namun, setelah menimbang pro dan kontra dalam penggunaan sistem cloud dan layanan disaster recovery, lebih banyak lembaga keuangan yang diharapkan bisa memindahkan fungsinya ke sistem satu ini. Sistem ini sangat mudah untuk digunakan, ditingkatkan, dan dikelola. Selain itu, penyedia juga akan mengawasi perangkat keras dan lunaknya sehingga bank bisa memasukan dan mengambil data yang diinginkan kapan pun dan di mana pun.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda terima dari Azure site recovery, mulai dari secara otomatis melindungi dan memperbaiki mesin virtual, mengontrol kesehatan sistem, menyusun kebijakan atau kontrol yang perusahaan Anda inginkan, dan uji coba rencana pemulihan tanpa harus mengkhawatirkan dampaknya.

Posted by / April 11, 2018 / Posted in news
4 Asalan Industri Migas Harus Menggunakan Teknologi Cloud Backup

4 Asalan Kenapa Industri Migas Harus Menggunakan Teknologi Cloud Backup

Industri migas lekat kaitannya dengan pekerjaan di lapangan. Hal ini memunculkan anggapan di sebagian orang bahwa industri migas tidak terlalu membutuhkan resource yang berhubungan dengan IT. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya.

Kebanyakan perusahaan industri migas memiliki beberapa kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah. Hal ini menimbulkan masalah dalam hal file-sharing. Tanpa adanya solusi IT yang tepat, masalah tersebut bisa memakan banyak waktu dan mengganggu produktivitas kerja. Di sinilah cloud backup dapat menjadi teknologi IT untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Industri Migas Membutuhkan Informasi Real Time

Pekerjaan di industri migas mungkin memang menghabiskan banyak waktu di lapangan. Namun, bukan berarti data tak penting bagi mereka. Justru data menjadi patokan mereka agar dapat bekerja di lapangan dengan benar. Karena itulah industri migas membutuhkan informasi yang real time.

Masalahnya, dengan berbagai kantor cabang terpisah, akses data yang akurat dan real time pun menjadi tantangan tersendiri. Padahal, untuk melakukan earth modeling, seismic interpretation, dan reservoir analysis dengan benar, dibutuhkan data secepat seakurat mungkin.

Nah, di sinilah cloud backup dapat membuat data dan informasi dari seluruh kantor cabang perusahaan migas terintegrasi. Tak peduli di mana pun kantor cabang Anda, dari Anda tetap bisa mengakses data migas tersebut selama memiliki koneksi internet yang memadai. Dengan begini, proses kerja pun bisa berjalan lebih efisien dan proyek-proyek migas bisa segera selesai.

Kemudahan dalam Memasang Teknologi Cloud Backup

Mungkin beberapa dari Anda sudah mempertimbangkan untuk memasang cloud backup di perusahaan migas. Namun, Anda masih ragu karena khawatir pemasangannya akan memakan waktu lama. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya.

Teknologi cloud backup untuk industri migas justru sangat mudah untuk dipasang dan digunakan. Anda tak perlu membangun data center sendiri yang tentunya membutuhkan lebih banyak tenaga dan waktu, baik untuk memasangnya maupun merawatnya. Anda hanya perlu menghubungi penyedia layanan cloud backup dan memilih kapasitas penyimpanan data yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Mengurangi Beban Kerja Departemen IT

Karena sifatnya yang sangat mudah digunakan, cloud backup dapat membantu mengurangi beban kerja departemen IT sehingga mereka bisa fokus pada hal-hal lain yang lebih penting terkait dengan pekerjaan di industri migas.

Selain itu, dengan menggunakan cloud backup, idealnya aplikasi internet browser di perusahaan akan lebih banyak digunakan untuk mengakses layanan cloud backup tersebut. Alhasil, kompleksitas dalam perawatan server dan jaringan penyimpanan data di banyak kantor cabang pun bisa dikurangi.

Data dan Informasi Perusahaan Tetap Aman

Teknologi cloud backup memungkinkan Anda untuk mengakses data dari mana pun dan kapan pun, bahkan data yang disimpan oleh kantor cabang di tempat lain. Hal ini memang sangat efisien, tetapi bisa menimbulkan pertanyaan pada sebagian orang: bukankah data tersebut nantinya jadi rentan untuk bocor ke khalayak?

Tidak perlu khawatir akan hal tersebut karena cloud backup telah didesain dengan sistem yang ketat, di mana data hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu yang telah diberi izin. Idealnya, data-data ini juga akan dilindungi oleh password khusus yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu tersebut.

Apa pun industri pekerjaannya, data dan informasi sangat berperan krusial dalam kegiatan operasional sehari-hari, begitu juga pada industri migas. Walau mungkin didominasi oleh pekerjaan di lapangan, bagaimana pun juga pekerjaan tersebut hanya bisa berjalan apabila didasari oleh data yang akurat.

Posted by / April 10, 2018 / Posted in news
3 Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menggunakan Disaster Recovery

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Ingin Menggunakan Disaster Recovery Untuk Perusahaan Otomotif

Untuk urusan disaster recovery, industri otomotif ini berbeda dari industri lainnya seperti ritel ataupun manufaktur. Perusahaan corporate, ritel, ataupun manufaktur biasanya selain mengutamakan keselamatan karyawannya, juga menyelamatkan data dan sistem operasional perusahaan. Nah, di industri otomotif ini, disaster recovery akan lebih mengarah pada bagaimana melakukan prosedur penyelamatan karyawan, baru setelah itu akan dilakukan penyelamatan operasional perusahaan.

Jika Anda sekarang sedang membangun industri otomotif, entah dalam skala kecil ataupun besar, disaster recovery akan sangat membantu Anda dalam menyelamatkan aset perusahaan. Berikut akan dijelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda menginginkan menggunakan rencana disaster recovery untuk perusahaan otomotif.

Penyelamatan Karyawan dan Pelanggan

Seperti yang dijelaskan dalam paragraf pembuka, disaster recovery dalam industri otomotif ini lebih mengarah kepada penyelamatan karyawan dan pelanggan. Misalnya, jika Anda mempunyai pabrik ataupun bengkel, tentu Anda harus menyiapkan segala kemungkinan terburuk terjadinya bencana, mulai dari bencana dari internal seperti kelalaian karyawan, kesalahan pelanggan, cacat produk ataupun kesalahan sistem hingga bencana eksternal misalnya kebakaran atau mati lampu. Ada pula risiko bencana alam seperti gempa bumi atau banjir.

Rencana disaster recovery pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat penanggung jawab mengenai keselamatan karyawan dan pelanggan. Penanggung jawab ini akan memastikan segala sistem operasional berjalan dengan lancar. Sedangkan Anda sebagai pemilik perusahaan hanya memantau apakah semua sudah sesuai dengan sistem.

Kemudian yang kedua, Anda harus mengerti hal-hal dasar tentang terjadinya bencana. Misalnya, di mana lokasi polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, sampai pos satpam terdekat. Semakin Anda tahu, ini akan membuat Anda dan para karyawan semakin nyaman.

Persiapan Setelah Bencana

Menurut businessinsider, dari tahun 2000 sampai 2015, bencana alam membuat perusahaan merugi 2,5 triliun dolar. Tidak hanya itu, The Institute for Business and Home Safety juga mengatakan setidaknya 25% perusahaan yang terkena bencana alam akan tutup dan tidak akan buka kembali. Dengan risiko sebesar itu, tentu Anda harus benar-benar siap dengan persiapan setelah bencana.

Di dalam industri otomotif, salah satu hal yang paling masuk akal ketika terjadi bencana adalah mendaftarkan semua karyawan dan perusahaan Anda ke dalam asuransi. Tetapi ingat, beberapa asuransi juga mempunyai polis yang terkadang tidak menguntungkan, jadi sebelum mendaftarkan ke asuransi, baca terlebih dahulu polisnya.

Setelah memastikan semua asuransi terpenuhi, sekarang saatnya untuk mempersiapkan perusahaan agar beroperasi kembali seperti sedia kala. Hal yang harus Anda lakukan adalah membuka secepatnya perusahaan Anda setelah recovery bencana tersebut selesai. Setelah itu, kabari semua pelanggan Anda bahwa masalah di dalam perusahaan sudah beres dan operasional perusahaan bisa berjalan seperti sedia kala.

Disaster Recovery Secara Teknologi

Untuk secara teknologi, Anda bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan backup data penting perusahaan. Jika Anda sudah mempunyai banyak cabang, Anda bisa menghubungkan setiap data perusahaan tersebut ke dalam satu data center. Nantinya ini akan membuat pengelompokan data bisa dengan mudah terkumpul jika terjadi bencana alam.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika Anda memiliki perusahaan yang bergerak di dalam industri otomotif. Yang terpenting dalam recovery disaster adalah penyelamatan karyawan dan pelanggan, operasional, dan recovery setelah terjadinya bencana. Anda bisa memulai perencanaan disaster recovery dengan Azure Disaster Recovery dari PT Sarana Solusindo Informatika yang memiliki teknologi tinggi untuk menyelamatkan data aset perusahaan Anda.

Posted by / April 10, 2018 / Posted in news
Disaster Recovery untuk Bisnis Skala Corporate

Manfaat Disaster Recovery untuk Bisnis Skala Corporate

Di Indonesia, banyak sekali bisnis yang skala pasarnya sudah sangat besar, tetapi masih ada yang tidak mengindahkan apa itu pentingnya disaster recovery. Beberapa perusahaan mungkin akan mempunyai alasan bahwa kecelakaan kerja sangat jarang terjadi atau komputer akan aman dari gangguan hacker/kerusakan. Padahal, setiap kecil kemungkinan harus tetap diwaspadai karena ini menyangkut kepentingan dan masa depan perusahaan.

Coba bayangkan jika data-data penting perusahan harus hilang dan tidak ada backup sama sekali? Tentu itu akan menjadi bencana karena risiko kerugian bisa menyebabkan perusahan bangkrut. Nah, oleh karena itu, sekarang kita akan mencoba membahas tentang disaster recovery dan bagaimana pentingnya untuk bisnis skala corporate?

Apa Itu Disaster Recovery?

Disaster recovery, atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan pemulihan bencana, adalah pengelolaan secara rasional dan cost-effective bencana terhadap sistem informasi yang akan dan telah terjadi. Tujuan dari dilakukannya disaster recovery adalah untuk meminimalisir segala risiko dan optimalisasi antar entitas perusahaan terhadap risiko bencana. Nah, lalu apa manfaatnya disaster recovery untuk bisnis skala corporate?

  • Kecepatan pemulihan sistem

Bayangkan jika ada gangguan di dalam salah satu sistem perusahaan Anda, tentu akan mengganggu operasional perusahaan. Lalu bagaimana jika gangguan sistem tersebut mengganggu penjualan perusahaan yang tentu menjadi sumber keuntungan? Anda bisa membayangkan berapa puluhan atau bahkan ratusan juta kerugian jika sampai terjadi gangguan sistem. Nah, adanya disaster recovery akan menanggulangi hal ini, jadi kalaupun terjadi gangguan di dalam sistem maka downtime-nya tidak terlalu lama.

  • Meminimalisir penggunaan sumber daya

Jika perusahaan Anda sudah menggunakan solusi disaster recovery, itu akan sangat membantu perusahaan dalam urusan penggunaan sumber daya. Disaster recovery ini biasanya menggunakan virtual aset, yang mana dapat menghemat penggunaan sumber daya. Jadi, jika Anda sudah bekerja sama dengan penyedia layanan disaster recovery, Anda sudah tidak perlu lagi bingung tentang pelatihan sumber daya.

  • Lebih fleksibel

Disaster recovery modern akan sangat memaksimalkan teknologi jika dibandingkan dengan sistem tradisional. Jadi, Anda benar-benar dapat memilih bagian mana saja yang masuk ke dalam disaster recovery. Misalnya hanya bagian server perusahaan, data center, atau bahkan data penjualan saja. Ini akan sangat cocok kepada bisnis corporate yang baru berkembang.

  • Keamanan terjamin

Kelebihan lain dari penggunaan disaster recovery adalah keamanannya yang sudah pasti terjamin. Penyedia layanan sudah pasti akan menjamin setiap data yang ada, dalam bentuk fisik maupun secara digital. Selain itu, Anda sebagai pemilik perusahaan juga bisa meminta laporan bagaimana kondisi disaster recovery di dalam perusahaan. Penggunaan disaster recovery juga bisa dilakukan sebelum, saat bencana, dan sesudah bencana. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika tiba-tiba perusahaan Anda tertimpa bencana.

  • Profesional

Kelebihan terakhir yang bisa Anda dapatkan dari penyedia jasa disaster recovery adalah profesionalisme. Mulai dari jaminan keamanan, maintain bulanan, harga, sampai customer service akan dilayani dengan sangat baik.

Disaster recovery adalah investasi jangka panjang yang bisa Anda lakukan sebagai pemilik perusahaan. Jika Anda tidak ingin semua aset perusahaan dilindungi oleh disaster recovery, dengan Azure Disaster Recovery dari Solusi.com, Anda bisa memilih mana saja aset yang ingin dilindungi. Coba bayangkan jika di perusahaan Anda terjadi bencana, lalu semua data berisiko hilang? Anda lebih baik menanggulangi risiko, bukan?

Posted by / February 2, 2018 / Posted in news
Cloud Backup Untuk Industri Otomotif

Bagaimana Sistem Cloud Mempengaruhi Industri Otomotif

Transportasi memang menjadi salah satu industri terbesar di dunia, bahkan dari lima perusahaan otomotif terbesar di dunia menghasilkan pendapatan tahunan hingga lebih dari 750 miliar Euro. Setiap waktunya, perjalanan bisnis tentu menghadapi tantangan baru, persaingan semakin ketat ketika inovasi teknologi mulai merambah ke sektor satu ini.

Salah satu perubahan atau inovasi yang ramai diperbincangkan adalah tentang sistem komputasi awan atau cloud computing. Nah, bagaimana pengaruh sistem cloud ini dalam industri otomotif? Berikut penjelasannya.

Pengurangan Biaya

Dengan adanya sistem komputasi awan, industri otomotif akan dimudahkan dalam urusan mengelola biaya yang terkait pada tenaga kerja, konsumsi daya, biaya perbaikan perangkat keras, dan juga lainnya. Sedangkan kalau melalui sistem cloud, Anda tidak akan direpotkan lagi dalam urusan perhitungan ini, mengingat cloud sudah melakukannya. Melalui sistem ini pula Anda akan menghemat banyak biaya apalagi dengan tambahan Anda pun bisa menentukan kebutuhan Anda sendiri secara jelas serta hanya membayar untuk apa yang Anda butuhkan atau gunakan itu saja.

Kompleksitas Sektor Otomotif

Sektor otomotif sebenarnya memiliki persyaratan khas yang dibedakan dari fasilitas manufaktur lainnya. Perusahaan otomotif pada umumnya membutuhkan hal seperti simulasi teknik, analisis data, dan jaringan dealer yang besar serta tuntutan lainnya yang cukup rumit jika dihitung secara manual. Sedangkan kalau melalui cloud backup yang memiliki server yang sangat besar bisa mengatasi permasalahan ini. Penyimpanan tambahan diberikan sesuai permintaan dan waktu yang dibutuhkan serta proses implementasi untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan Anda menjadi singkat dan sederhana.

Sistem Kabin

Sistem cloud bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja sistem GPS dan hiburan yang terpasang di mobil. Menurut knowarth.com, ada banyak penelitian yang dilakukan untuk membuat mobil yang cerdas dan tanggap dalam mengatasi beragam situasi jalan dan lalu lintas. Pengendalian dan umpan informasi terus menerus memerlukan kesiapan sistem yang tidak terganggu dan sesuai dengan permintaan yang dapat disediakan oleh cloud.

Keamanan dan Pengurangan Risiko

Sistem cloud yang memiliki staf ahli khusus yang bekerja selama 24 jam dalam 7 hari untuk menjaga sistem dan keamanannya, maka risiko kegagalan, hacks, dan kerusakan akan berkurang secara drastis. Data cadangan yang sudah tersimpan terkadang tak sengaja menjadi tersembunyi. Jika disimpan secara konvensional ada saja kesalahan atau kekeliruan yang terjadi. Sedangkan melalui sistem cloud, sudah ada staf ahli yang sering melalukan uji coba regular pada sistem tersebut dan melakukan kebutuhan seputar berbagai tuntutan klien sehingga mengurangi waktu hentinya.

Perlindungan dari Bencana Alam

Apa yang Anda simpan di internet maka akan selalu ada di dalam Internet selamanya. Khusus untuk sektor manufaktur fakta ini memberikan keuntungan tersendiri karena meskipun ada bencana alam topan, badai, dan gempa bumi sekalipun data Anda akan tetap aman dan utuh. Sistem cloud memiliki kemampuan untuk membuat sektor otomotif dan pengolahan dan penyimpanan data akan lebih cepat, lebih aman, dan lebih baik.

Hal ini tentu akan mengurangi risiko yang terkait dengan kehilangan data sekaligus memberikan penghematan biaya bagi penggunanya. Mengingat persaingan dan biaya bahan baku yang terus meningkat, industri otomotif dapat melihat peluang yang mungkin timbul melalui sistem ini.

Nah, kira-kira seperti itulah manfaat atau dampak yang terjadi dengan adanya cloud pada industri otomotif. Tidak hanya membutuhkan biaya yang lebih sedikit, sistem cloud juga sangat praktis untuk digunakan dan harganya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Dalam memilih sistem cloud, Anda tidak boleh sembarangan pilihlah sistem cloud yang sudah memiliki track record yang baik seperti dari Solusi.com.

Posted by / January 22, 2018 / Posted in news
Disaster Recovery untuk industri Migas

Pentingnya Disaster Recovery untuk industri Migas

Migas adalah salah satu industri yang mempunyai risiko terjadi bencana paling tinggi. Tidak hanya soal keamanan masalah infrastruktur IT ataupun kesalahan prosedur, tetapi industri migas bisa juga terkena risiko natural disaster seperti gempa bumi, tornado, atau bencana lain. Apalagi beberapa industri migas ini terletak di lepas pantai, yang tentu lebih berbahaya dibandingkan perusahaan di darat.

Di Amerika Serikat, hampir semua industri migas sudah mempunyai disaster recovery yang bisa dibilang sangat bagus, apalagi daerah sana mempunyai potensi natural disaster yang cukup tinggi. Entah itu besar atau kecil perusahaan migas, mereka pasti mempunyai disaster recovery yang bisa dibilang sudah cukup canggih.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan mencoba membahas bagaimana pentingnya mempunyai disaster recovery, yaitu data center, untuk industri migas. Ini akan menjamin keamanan dan masa depan perusahaan Anda.

Pemilihan Lokasi Data Center

Salah satu hal yang harus Anda perhatikan ketika ingin menggunakan jasa penyedia disaster recovery adalah pemilihan lokasi. Data center yang ada di dalam disaster recovery harus benar-benar aman dari natural disaster, mempunyai iklim bisnis yang bagus, listrik yang stabil, dan mempunyai teknologi terkini.

Selain itu, lokasi jauhnya perusahaan migas Anda dari data center juga harus Anda perhatikan. Jangan sampai ketika ada masalah di dalam perusahaan migas Anda, staf dari penyedia layanan ini datangnya sangat lama. Terlebih lagi, biasanya perusahaan migas ini selalu aktif dalam waktu 24 jam, jadi memilih data center yang tidak terlalu jauh dari lokasi perusahaan Anda bukan ide yang buruk.

Pemerintah Amerika Serikat mempunyai beberapa daerah yang rawan bencana alam, misalnya di tengah gurun, di dekat hutan, atau bahkan di pinggir sungai. Nah, di Indonesia, Anda juga bisa meminta calon perusahaan penyedia layanan jasa disaster recovery untuk memastikan bahwa tempatnya juga aman dari bencana.

Reliable

Ketika terjadi bencana, entah itu natural disaster atau kesalahan operasional lain, Anda sebagai pemilik perusahaan tentu menginginkan backup data yang sempurna. Jadi, Anda bisa memilih penyedia jasa disaster recovery yang reliable atau terpercaya. Pastikan mereka memiliki jaringan teknologi yang bagus, generator jika terjadi mati lampu, atau bahkan customer support. Jika ada salah satu dari faktor tersebut yang tidak dapat dipenuhi oleh penyedia jasa, infrastruktur data Anda bisa dalam bahaya.

Jaringan

Beberapa perusahaan penyedia layanan disaster recovery memiliki tipe jaringan yang berbeda-beda. Jaringan yang dimaksud adalah yang menghubungkan perusahaan Anda dengan kantor data center. Jika ada salah satu jaringan yang ternyata lemot atau sering putus-putus, tentu ini akan menghambat proses terjadinya transportasi data.

Perlindungan Aset

Beberapa penyedia layanan disaster recovery menyediakan spesial treatment jika perusahaan Anda memang mampu untuk menyukupinya. Pelayanan spesial ini misalnya ada beberapa orang yang selalu menjaga data center selalu online. Lalu, misalkan ada karyawan yang sedang cuti untuk beberapa hari, mereka juga harus bisa menjamin agar tidak terjadi downtime yang membuat operasional terganggu.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika perusahaan migas Anda membutuhkan disaster recovery ataupun data center. Poin-poin di atas memang tidak harus semuanya dipenuhi, ada beberapa catatan seperti besarnya lingkup perusahaan ataupun kekuatan finansial Anda. Tetapi keempat faktor di atas akan sangat membantu perusahaan migas Anda dalam menghadapi risiko terjadinya bencana. Tidak perlu khawatir, sebesar apapun perusahaan Anda, Azure Disaster Recovery dari Solusi.com mampu mengelola data dan aset perusahaan dengan baik dan aman.

Posted by / January 18, 2018 / Posted in news
Cloud Backup untuk Industri Manufaktur

Manfaat Cloud Backup untuk Industri Manufaktur

Seiring berjalannya waktu, para pelaku usaha manufaktur harus berhadapan dengan tekanan meningkat untuk mengoptimalkan operasional mereka. Biasanya, berbagai perusahaan yang tidak terlalu melek teknologi masih mengelola infrastruktur IT mereka secara lokal. Namun, di era digital seperti ini, mereka pun mau tak mau harus mulai ikut mengoptimalkan transformasi digital.

Kehadiran cloud backup dapat membantu industri manufaktur dalam hal tersebut. Cloud mengacu pada jaringan server yang digunakan untuk penyimpanan, manajemen, dan proses data. Jaringan ini, yang diakses menggunakan internet, dapat dipasang secara in-house untuk satu perusahaan saja (private cloud) atau oleh pihak ketiga yang menyediakan layanan cloud backup untuk banyak perusahaan (public cloud).

Artinya, perusahaan hanya perlu melakukan outsource untuk setiap aspek IT yang diperlukan dalam pemasangan cloud backup dari provider yang bersangkutan, mulai dari server hingga virtual machine. Tak hanya itu, perusahaan infrastruktur juga akan merasakan berbagai kemudahan berikut ini.

Dapat Membuat Proses Kerja Manufaktur Lebih Tangkas

Cepatnya perkembangan teknologi sebetulnya menciptakan peluang positif bagi perusahaan manufaktur untuk mencoba banyak hal baru. Namun, nyatanya hal ini cukup sulit dilakukan, terutama oleh perusahaan manufaktur yang tidak terlalu tech-savvy. Teknologi cloud backup dapat membantu mereka untuk beradaptasi.

Idealnya, sistem cloud backup lebih mudah dipelajari dan digunakan dari sistem konvensional. Hal ini seharusnya dapat memudahkan pelaku bisnis manufaktur untuk beradaptasi dengan berbagai inovasi. Tidak mengherankan apabila menurut situs Inspirage, sebanyak 73% perusahaan manufaktur menganggap bahwa supply chain berbasis cloud yang sifatnya scalable sangat penting untuk bisnis mereka.

Keamanan dalam Penyimpanan Data

Katakanlah Anda memiliki off-site production center di sebuah tempat. Suatu hari, terjadi sebuah bencana alam dan production center tersebut terkena dampaknya. Akibatnya, data-data yang tersimpan di dalamnya pun hilang. Nah, hal tak terduga seperti ini dapat diminimalisir dampaknya dengan menggunakan cloud backup.

Server dari cloud tersebar di banyak tempat dan didesain dalam jumlah banyak. Jika misalnya salah satu server mengalami hal tak terduga, data Anda masih akan terselamatkan berkat adanya server-server lain. Lagi pula, penyedia layanan cloud backup juga pasti sudah mempunyai rencana disaster recovery untuk data konsumennya.

Cukup Fleksibel untuk Perusahaan Manufaktur

Layanan cloud backup umumnya menyediakan resource penyimpanan data sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, saat ini Anda hanya membutuhkan cloud backup dengan kapasitas tertentu. Namun, seiring berkembangnya bisnis dan semakin banyaknya data yang harus ditampung, Anda bisa menambah kapasitas cloud backup secara mudah.

Tidak hanya itu, cloud backup juga memungkinkan pelaku bisnis manufaktur menjalankan simulasi besar untuk pengembangan produk daripada mengeluarkan investasi untuk membayar sumber daya fisik yang diperlukan. Artinya, Anda hanya perlu benar-benar mengeluarkan uang sesuai kebutuhan.

Efisien, Tanpa perlu Perangkat Keras

Jika tidak menggunakan cloud backup, di mana Anda melakukan backup data-data penting Anda? Biasanya, kebanyakan pebisnis akan melakukan backup secara manual menggunakan hard disk atau tapes. Hal ini memang sah-sah saja dilakukan, tetapi akan memakan banyak waktu yang seharusnya bisa Anda manfaatkan untuk hal-hal lebih penting lainnya.

Cloud backup memungkinkan perusahaan manufaktur untuk melakukan backup data secara otomatis. Seluruh data akan selalu di-backup secara real time di dalam cloud. Dengan kata lain, Anda tak perlu susah-susah memindah data secara manual.

Dengan data yang tersimpan aman di dalam cloud, Anda dan tim bisa mengaksesnya secara mudah dari mana pun dan kapan pun. Kemudahan akses data tentu akan sangat membantu Anda dalam mengambil keputusan terkait operasional manufaktur. Proses kerja pun jadi lebih efisien.

Posted by / January 11, 2018 / Posted in news
Disaster Recovery Plan

Tahapan Disaster Recovery Plan untuk Industri Manufaktur

Dalam sebuah industri manufaktur skala besar, biasanya terdiri dari beberapa aset yang cukup besar seperti kantor utama, pabrik, gudang, ruang produksi, atau bahkan sampai gudang transportasi. Itu belum lagi terbagi menjadi beberapa cabang di setiap kota. Walaupun demikian, ada juga industri manufaktur dalam skala besar yang lebih memilih menghemat dengan hanya punya satu kantor besar yang meliputi, pabrik, gudang, sampai garasi transportasi.

Nah, dari besarnya ruang lingkup perusahaan manufaktur tersebut, ada salah satu faktor yang harus benar-benar Anda perhatikan, yaitu disaster recovery. Adanya bencana yang disebabkan natural disaster atau operasional disaster bisa sedikit banyak mempengaruhi operasional. Bahkan di beberapa bencana, ada yang membuat sistem operasional perusahaan mati total.

Untuk Anda yang saat ini sedang merintis bisnis manufaktur atau bahkan sudah mempunyai industri manufaktur dalam skala besar, kami akan menjelaskan bagaimana tahapan merencanakan disaster recovery. Simak penjelasannya di bawah ini.

Tunjuk Penanggung Jawab

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum melakukan perencanaan adalah tunjuk penanggung jawabnya. Nantinya, sang penanggung jawab ini akan memilih tim-tim pembuat perencanaan disaster recovery. Sebaiknya, orang yang Anda tunjuk sebagai penanggung jawab ini mempunyai akses khusus ke dalam sistem teknologi informasi perusahaan. Jangan lupa, penanggung jawab ini harus memberikan laporan setidaknya satu bulan sekali mengenai progress perencanaan disaster recovery kepada board perusahaan ataupun para investor.

Perencanaan Pemindahan Lokasi atau Sistem Operasional

Selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mempunyai perencanaan pemindahan lokasi atau sistem operasional jika bencana terjadi ataupun setelah bencana tersebut terjadi. Misalnya, jika terjadi natural disaster hebat seperti gempa bumi, banjir atau kebakaran, Anda harus mempunyai rencana apakah akan menghentikan sistem operasional perusahaan atau memindahkannya ke salah satu tempat. Ada beberapa kelebihan dan kelemahan dari pemindahan lokasi atau sistem operasional, yang mana harus Anda breakdown satu per satu.

Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kemudian, perusahaan Anda harus benar-benar mengerti bagaimana caranya melakukan pemanfaatan teknologi informasi. Di era majunya teknologi seperti sekarang, pemanfaatan teknologi informasi akan sangat membantu para pelaku usaha, salah satunya industri manufaktur untuk menyelamatkan data dan sistem perusahaan dari bencana. Anda bisa bekerja sama dengan penyedia jasa untuk melakukan penyelamatan data dan sistem perusahaan.

Dalam memilih penyedia jasa ini, Anda juga harus memperhatikan beberapa faktor, seperti keamanan, pelayanan, harga dan juga fasilitas yang diberikan untuk Anda. Ingat, salah satu data dan sistem perusahaan akan sangat bergantung kepada penyedia jasa ini jika terjadi bencana mendadak.

Komunikasi Antar Departemen

Jika Anda mempunyai industri manufaktur dalam skala besar, Anda harus memecah beberapa bagian per departemen. Misalnya, departemen penjualan harus terpisah dengan departemen produksi, dan sebagainya. Ini tidak hanya akan membantu setiap departemen agar lebih fokus, tetapi juga bisa membuat komunikasi lebih lancar jika terjadi bencana.

Penanggung jawab perencana disaster recovery hanya akan berkomunikasi dengan para kepala departemen. Lalu, penanggung jawab akan melaporkannya kepada Anda sebagai pemilik perusahaan. Ketika bencana datang, komunikasi adalah hal yang utama untuk Anda mengeluarkan keputusan penting.

Walaupun industri manufaktur ini skalanya cukup besar, Anda tetap harus melakukan perencanaan disaster recovery seperti di atas. Jika Anda ingin merencanakan disaster recovery, Anda bisa mempercayakan Azure dari Solusi.com yang memiliki teknologi terpercaya. Tidak ada kata terlambat jika sampai sekarang Anda masih belum mempunyai perencanaan. Anda harus melakukannya sedikit demi sedikit karena risiko disaster bisa datang dari mana saja.

Posted by / January 3, 2018 / Posted in news
Cloud Backup untuk Industri Perbankan

Ini Alasan Pentingnya Cloud Backup untuk Industri Perbankan

Di zaman yang semakin maju ini, hampir setiap pemenuhan kebutuhan dilakukan secara digital. Digitalisasi menawarkan kemudahan pada manusia karena dengan adanya digitalisasi, manusia bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang lebih praktis. Apa lagi bagi mereka masyarakat dinamis yang selalu sibuk akan aktivitas sehari-hari mereka.

Bahkan, aktivitas perbankan pun juga dilakukan secara digital. Dengan perbankan online, transaksi finansial dapat dilakukan lebih cepat dan mudah. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan bagi mereka yang bergerak di industri perbankan, yakni masalah pencadangan data. Pencadangan data harus dilakukan di tempat yang tepat dengan mengandalkan cloud backup. Berikut alasan pentingnya cloud backup untuk industri perbankan.

 

Berkas Data Pelanggan Perbankan Terlindungi Secara Aman

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pengguna jasa bank sangat banyak di Indonesia. Bukan ratusan ribu, tapi berjuta-juta penduduk mempercayakan kegiatan finansial mereka pada bank, mulai dari menabung, transfer, investasi, kredit dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, tak heran jika bank pastinya menyimpan banyak data terkait pengguna jasa mereka. Ada pun data tersebut akan kurang praktis jika diarsipkan dalam bentuk dokumen fisik. Belum lagi jika hilang.

Begitu pula jika hanya menyimpannya di PC lokal. Bagaimana jika musibah datang tiba-tiba seperti kebakaran atau PC-PC tersebut diserang virus sehingga membuat Anda harus kehilangan data para pelanggan perbankan Anda? Tentunya akan menjadi masalah yang serius, bukan? Oleh sebab itu, pencadangan di cloud bisa menjadi solusi untuk hal ini karena data Anda bisa Anda dapatkan kembali sewaktu-waktu. Data pelanggan Anda pun aman dan Anda bisa tetap memberikan layanan yang terbaik.

 

Mobilitas Workload yang Fleksibel

Pencadangan cloud memungkinkan transaksi perbankan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan fleksibel.  Hal ini disebabkan karena database bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Bandingkan dengan jika data yang Anda simpan ada di hardware tertentu sehingga jika ada hal penting atau transaksi yang memerlukan akses ke data tertentu tapi data Anda hanya tersimpan di PC tertentu, tentu akan membuat Anda mau tidak mau harus pergi ke PC tersebut lalu mencarinya di sana, bukan?

Berbeda jika Anda menggunakan cloud backup. Karena Anda bisa mengakses data yang Anda perlukan kapan pun dan di mana pun, maka proses perbankan pun bisa dilakukan saat itu juga. Praktis dan cepat, itulah manfaat yang akan Anda dapatkan dari penggunaan cloud backup. Layanan yang cepat tentunya akan memberikan kepuasan pada pelanggan Anda, bukan?

 

Kegiatan Perbankan yang Aman Membuat Konsumen Nyaman

Berbicara seputar masalah finansial, tentunya keamanan adalah hal utama yang harus dipertimbangkan. Bagi industri perbankan, pastinya memerlukan privasi dan keamanan yang tinggi untuk melindungi data perbankan mereka yang menyangkut orang banyak. Perbankan adalah sektor yang rawan disusupi oleh pihak ketiga, dalam hal ini adalah kemungkinan terjadinya cybercrime.

Untuk itu, Anda sebaiknya mencadangkan data Anda di sistem cloud dan jangan lupa untuk memilih layanan cloud yang bisa memberikan Anda keamanan maksimal terkait hal ini. Implementasi cloud yang mengutamakan keamanan dan privasi bisa menjadi pilihan terbaik untuk Anda.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa industri perbankan Anda memerlukan yang namanya cloud backup. Tentunya Anda juga tidak boleh asal dalam memilih layanan cloud backup. Pastikan bahwa cloud backup provider yang Anda pilih memang memiliki track record yang bagus dan layanan berkualitas seperti cloud backup dari PT Sarana Solusindo Informatika.

Posted by / December 28, 2017 / Posted in news
Disaster Recovery Plan Untuk Industri Ritel

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Disaster Recovery Plan Untuk Industri Ritel

Pada tahun 2017 ini, industri ritel di Indonesia mengalami masa-masa lesu. Seperti dilansir dari tirto.id, catatan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia mengatakan bahwa industri ritel di Indonesia hanya tumbuh 3,9 persen pada kuartal 1 dan 2. Padahal pada tahun 2016, pertumbuhan ritel di Indonesia bisa mencapai 10 persen lebih. Tetapi walaupun begitu, industri ritel di Indonesia diprediksi tetap meningkat walaupun jumlahnya tidak terlalu besar.

Di luar negeri pun demikian, pertumbuhan industri ritel juga naik signifikan. Dengan naiknya pertumbuhan ritel tersebut, para pemilik perusahaan juga harus memikirkan bagaimana risiko-risiko yang mengancam industri ritel, salah satunya adalah disaster atau bencana. Di Amerika Serikat sendiri, hampir semua industri ritel sudah mempunyai rencana disaster recovery. Usut punya usut, setiap tahunnya industri ritel di Amerika Serikat merugi sekitar 60 miliar dolar per tahun karena kecerobohan pelanggan, karyawan, penipuan, dan bencana lainnya.

Nah, untuk itu, jika industri ritel Anda masih belum mempunyai rencana disaster recovery, kami akan menjelaskan step by step apa yang harus Anda lakukan ketika ingin memulai membuat rencana disaster recovery untuk industri ritel.

Menyiapkan Budget

Menyiapkan rencana disaster recovery bukan sesuatu yang hal yang mudah dan murah. Tergantung seberapa besar skala bisnis Anda, rencana disaster recovery ini bisa sangat mahal atau juga bisa sangat murah. Jadi, Anda harus benar-benar memperhatikan alokasi budget sebelum memutuskan untuk menggunakan rencana disaster recovery. Tetapi, ingat, disaster recovery ini merupakan investasi masa depan yang sangat bagus untuk perusahaan Anda. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Telusuri Seluruh Skenario

Dalam industri ritel, ada beberapa jenis skenario disaster. Pertama ada masalah internal, yaitu penipuan karyawan, mati lampu, kesalahan operasional, dan gagalnya sistem. Lalu, ada masalah eksternal, seperti pencurian yang dilakukan oleh penjual atau bahkan bencana alam. Nah, oleh karena itu, Anda harus mempunyai skenario setiap kemungkinan terjadinya disaster. Misalnya, jika ada gagal sistem, Anda harus punya backup plan seperti server cadangan. Lalu, jika ada bencana alam, Anda harus memikirkan apakah harus mengalihkan sistem penjualan atau menghentikannya.

Memulai Mencoba Perencanaan Disaster Recovery

Ini yang paling penting, yaitu memulainya. Semua rencana tidak akan berhasil jika tidak Anda mulai. Lakukan beberapa langkah, seperti menunjuk penanggung jawab, mengalokasikan budget, memilih skenario, sampai menunjuk pihak ketiga. Semua hal harus Anda persiapkan, mulai dari penanganan teratur sebelum terjadinya bencana, saat terjadi bencana, dan setelah terjadi bencana. Kemudian jika terjadi bencana eksternal seperti bencana alam, Anda harus mementingkan keselamatan para karyawan terlebih dahulu.

Skenario Terburuk

Beberapa perusahaan ritel besar di Amerika Serikat, contohnya Lowe dan Target, sudah mempunyai skenario terburuk jika terjadi bencana alam. Mereka mempunyai gudang distribusi cadangan yang hampir tersebar di beberapa daerah di Amerika Serikat. Jadi, jika terjadi bencana alam, distribusi barang tidak sampai terputus. Ini bisa Anda lakukan jika memang budget yang dipunyai perusahaan cukup besar. Mempersiapkan skenario terburuk akan membantu perusahaan ritel Anda tidak kaget dengan segala risiko bencana yang datang.

Pastikan Anda memilih provider disaster recovery yang dapat di andalkan, agar investasi yang sudah Anda keluarkan tidak menjadi sia-sia.

Posted by / December 27, 2017 / Posted in news