4 Risiko Mengintai Bisnis Anda Jika Tetap Pakai Software End of Support

4 Risiko Ini Mengintai Bisnis Anda Jika Tetap Pakai Software yang Habis Masa Dukungannya (End of Support)

4 Risiko Mengintai Bisnis Anda Jika Tetap Pakai Software yang Habis Masa Dukungannya

Demi menghadapi tantangan zaman, sistem operasi komputer atau software terus berkembang dan berinovasi. Sejumlah produk terus memperbarui fiturnya sehingga lebih bisa memenuhi kebutuhan pengguna.

Oleh sebab itu, jika sudah dianggap kurang mumpuni, sebuah produk akan mengakhiri masa dukungannya (end of support) dan menggantikannya dengan produk termutakhir yang jauh lebih baik.

Lantas, bagaimana jika pengguna tetap menggunakan produk yang sudah habis masa dukungannya itu? Tentu saja, sejumlah risiko akan mengintai bisnis pengguna, di antaranya:

1. Sasaran empuk bagi hacker

Akhir dukungan (end of support) berarti akhir dari pembaruan keamanan dari produsen produk. Jadi, tak ada lagi pembaruan keamanan sehingga virus, malware, atau peretasan akan sangat mudah masuk ke sistem. Ancaman ini akan sangat mudah menyebar melalui internet dan data-data di penyimpanan pengguna yang kemudian terhubung dengan komputer.

2. Pelanggaran kepatuhan

Menggunakan software yang habis masa dukungannya tidak hanya meningkatkan risiko bagi keamanan sistem operasi pengguna, tetap juga merupakan sebuah pelanggaran kepatuhan dari regulasi yang telah ditetapkan.

3. Makan biaya

Mungkin awalnya pengguna berpikir untuk menghemat biaya sehingga tidak mengganti atau meng-upgrade software yang sudah habis masa dukungannya. Padahal, jika penggunaan terus dilakukan, keamanan software akan sangat rentan terhadap serangan. Saat serangan ini terjadi dan merusak seluruh sistem, akhirnya biaya pemulihan justru akan jauh lebih besar.

4. Menghambat transformasi digital

Sebuah penelitian dari Logicalis Global CIO Survey pada 2018 menyebutkan, sebanyak 44 persen manajer IT merasa bahwa penghambat utama transformasi bisnis mereka adalah usangnya teknologi yang dipakai. Menggunakan sistem operasi yang sudah tidak mutakhir membuat mereka tidak bisa mengadopsi teknologi transformatif, seperti layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi yang lebih besar. Dan lebih luas sebagai bent

Dengan sejumlah risiko ini, tentunya menggunakan software atau sistem operasi yang sudah habis masa dukungannya bukanlah sebuah keputusan yang tepat. Pengguna harus segera mengambil langkah antisipasi sehingga bisnis tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sebagai contoh, beberapa waktu lalu Microsoft telah menginformasikan bahwa SQL Server 2008/2008 R2 dan Windows Server 2008/2008 R2 akan segera habis masa dukungannya. SQL Server 2008/2008 R2 akan berakhir pada 9 Juli 2019. Sementara itu, Windows Server 2008/2008 R2 akan berakhir pada 14 Januari 2020.

Oleh sebab itu, Microsoft kemudian merekomendasikan sejumlah langkah yang bisa dipilih pengguna untuk menggantikan kedua produk ini, misalnya dengan meng-upgrade ke versi terbaru atau memanfaatkan teknologi komputasi awan (cloud).