Bagaimana Memastikan Keamanan Siber di Tengah Tren Hybrid Working?

Serangan siber menjadi momok yang membayangi perusahaan di tengah tren penerapan hybrid working. Sebuah studi yang dilakukan Microsoft menemukan bahwa peretas melakukan 579 kali serangan per detik atau sama dengan 50 juta percobaan serangan per hari. Hal itu disampaikan CVP Microsoft Security, Compliance & Identity, Vasu Jakkal dalam acara bertajuk “Keamanan Cyber di Era Kerja Hybrid”.

Studi itu menemukan bahwa salah satu pintu masuk serangan siber di Asia adalah email. Sebagian besar insiden siber berawal dari seseorang yang mengeklik email. Para peretas kerap memanfaatkan topik-topik hangat, seperti Covid-19. Pengguna biasanya tergoda untuk membuka dan mengeklik tautan yang menggunakan subjek “bantuan sosial” atau “vaksin gratis”.

Untuk memastikan keamanan siber selama hybrid working, Vasu menyarankan perusahaan untuk melakukan tiga langkah proteksi.

Pertama, terapkan zero trust. Jangan mudah percaya dengan tautan yang dikirimkan ke email Anda. Pastikan kebenaran dari sumber yang terpercaya.

Kedua, bekali sumber daya manusia (SDM) dengan pelatihan mengenai cyber security. Keamanan siber merupakan tanggung jawab seluruh karyawan, bukan hanya teknisi bagian IT.

Ketiga, manfaatkan layanan komputasi awan (cloud) yang memiliki kemampuan security lebih baik pada sistem on premise. Salah satunya seperti yang dihadirkan Microsoft 365.

Untuk diketahui, proteksi keamaan Microsoft Office 365 pada data pribadi pengguna dilakukan selama 24 jam. Lewat fitur ini, Office 365 mampu memperlihatkan lokasi dari data pengguna secara spesifik.

Kemudian, Microsoft 365 juga memiliki Lockbox yang memperketat proses keamanan dan membatasi akses pada siapa pun yang berusaha mengakses data pribadi pengguna. Untuk menunjang proteksi ini, server hanya mengoperasikan laman yang masuk daftar tepercaya untuk mengurangi risiko dari serangan malware berbahaya. Fitur kini juga mengawasi ancaman tertentu dengan melakukan antisipasi terhadap akses yang dianggap mencurigakan atau berbahaya.

Selain itu, sebagai proteksi utama Office 365, Microsoft 365 juga memiliki enkripsi dalam ruang penyimpanan. Ketika enkripsi transit dengan SSL/TLS, data pengguna akan tetap terjaga selama ditransmisi ke pihak Microsoft. Kemudian, ada pula pengaturan untuk memantau keamanan dan integritas data. Microsoft 365 juga memiliki Exchange Protection yang merupakan proteksi pada email pengguna.

Selanjutnya, Micorosoft Office 365 memungkinkan pengguna untuk mengirimkan email terenkripsi kepada siapa pun. Ada pula yang disebut sebagai Rights Management. Fitur ini dapat digabungkan dengan enkripsi pesan sehingga dapat mencegah kehilangan data. Bagi pengguna yang ingin mengakses email berbasis sertifikat, ada S/MIME yang akan menjaga keamanan data.

Sementara itu, sebagai antisipasi akses dokumen yang tidak memiliki kredensial, Microsoft 365 menyediakan Azure Rights Management.

Seluruh perlindungan tersebut semakin lengkap dengan multi-factor authentication melalui ponsel atau tablet pengguna. Kontrol admin ini pun dapat mencegah hilangnya informasi serta data sensitif ke pengguna lain. Pengaturan aplikasi Office 365 di ponsel pun akan selalu terjaga melalui fitur ini. Terakhir, ada proteksi tambahan berupa antivirus serta antispam yang dapat melindungi privasi dan data pengguna.

Deretan Fitur Microsoft 365 yang Jamin Keamanan Data Selama Bekerja Hybrid

Situasi pandemi Covid-19 membuat sebagian besar kantor harus mengadopsi sistem bekerja hybrid. Namun, kondisi tersebut membuat perusahaan khawatir terhadap keamanan data. Pasalnya, setiap karyawan akan memanfaatkan layanan komputasi awan (cloud computing) untuk bekerja, saling terhubung, dan berkolaborasi.

Meski kerap dipandang lebih rentan terhadap kebocoran data, cloud computing justru bisa memberikan perlindungan yang lebih aman pada layanan on premises. Hal inilah yang dihadirkan Microsoft Office 365. Demi mengamankan data pengguna, Microsoft Office 365 menyematkan berbagai fitur pada layanannya.  

Fitur pertama adalah Office 365 Secure Score yang merupakan sebuah sistem analisis keamanan baru yang memberikan skor untuk konfigurasi keamanan pada layanan Office 365 pengguna.

Kemudian, hadir pula Office 365 Threat Intelligence Private Preview. Layanan yang memanfaatkan berjuta data points dari Microsoft Intelligent Security Graph itu menyediakan informasi mengenai lanskap ancaman global. Dengan demikian, pengguna akan lebih waspada terhadap ancaman cyber.

Selain itu, ada juga Office 365 Advanced Data Governance Preview. Memanfaatkan machine learning, fitur ini dapat membantu menemukan dan memelihara data penting pengguna sambil mengeliminasi redudansi data yang dapat menimbulkan resiko keamanan ke depannya. 

Dengan jaminan keamanan tersebut, Microsoft Office 365 dapat menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan, khsuusnya small medium business (SMB) atau sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Tak hanya itu, platform digital itu juga dapat mendorong pertumbuhan signifikan bagi SMB. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memaparkan bahwa hanya SMB yang telah terhubung dengan platform digital yang mampu mengalami pertumbuhan selama pandemi. Lebih spesifik lagi, pertumbuhan tersebut mencapai 26%.

Pengaplikasian hybrid channel diklaim mampu meningkatkan penjualan yang signifikan. Berdasarkan laporan Digital SME Confidence Index 2021 yang dirilis KoinWorks, sebanyak 48% pelaku SMB lebih memilih mengadopsi kanal hybrid untuk bertahan dan membuka peluang baru. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan penjualan sebesar 7% atau rata-rata 44% pada SMB yang menjalankan bisnis secara hybrid.

Cara Kerja Hybrid Lebih Efisien dengan Modern Workplace Berfitur Menarik

Bekerja secara hybrid merupakan alternatif yang dilakukan perusahaan selama beradaptasi pada era kenormalan baru. Dengan metode tersebut, perusahaan tidak perlu menyediakan ruang kerja yang besar bagi para karyawan. Pasalnya, para karyawan tidak perlu datang ke kantor dan bekerja dari balik meja kerja. Mereka dapat bekerja dari mana saja tanpa perlu berada di satu ruangan kerja seharian.

Begitu pula ketika menghadiri meeting. Para karyawan tidak perlu menghabiskan waktu di jalan menuju lokasi meeting. Meeting kini dapat dilakukan dari depan kamera atau laptop melalui video conference

Meski awalnya merupakan bentuk adaptasi dengan situasi pandemi, rupanya para pekerja menginginkan cara kerja hybrid tetap dilanjutkan ketika pandemi nanti berakhir. Selama satu tahun bekerja secara daring, produktivitas dinilai tetap sama, bahkan lebih tinggi bagi banyak karyawan. 

Oleh karena itu, para pemimpin perusahaan sebaiknya menyeimbangkan bekerja secara hybrid, baik secara tatap muka atau virtual, dengan lebih menyenangkan. Penggunaan teknologi yang tepat dapat membantu terciptanya kolaborasi sesama tim. Bahkan, dengan menggunakan platform Microsoft Teams, para karyawan dapat bekerja secara bersama dalam satu waktu dan satu platform. 

Tidak sedikit orang mengira Microsoft Teams merupakan aplikasi video conferencing semata. Padahal, Microsoft Teams menghadirkan lebih banyak solusi untuk berinteraksi dan berkolaborasi secara daring. 

Microsoft Teams memiliki berbagai fitur komunikasi yang terintegrasi dalam satu platform. Pengguna dapat melakukan aktivitas chatting dan mengirim pesan singkat dengan emoji atau graphics interchange format (GIF). Mereka juga dapat menelepon ke sesama pengguna Microsoft Teams atau nomor telepon, melakukan video call yang dilengkapi dengan berbagai virtual background, emoji reaksi, fitur share screen, serta menggunakan whiteboard untuk meeting atau training

Untuk pertemuan atau meeting yang melibatkan banyak orang, Microsoft Teams dinilai sebagai pilihan yang tepat. Sebab, platform ini dapat menyatukan dan membuka ruang interaksi hingga 1.000 orang dalam satu ruang meeting virtual yang sama. Sementara untuk acara webinar atau konferensi, perusahaan dapat menggunakan Microsoft Teams versi Live yang bisa diikuti hingga 10.000 orang. 

Microsoft Teams juga memungkinkan pengguna berbagi dan mengerjakan dokumen secara bersamaan. Hal ini akan memudahkan pengguna karena tidak perlu berganti layar saat bekerja. Bahkan, kolaborasi tersebut juga membantu setiap pengguna yang memiliki akses terhadap dokumen untuk membaca atau mengedit dokumen yang sama. Pengguna juga dapat mengelola dokumen secara rapi di fitur “Files”. Dengan demikian, pengguna tidak kesulitan mencari lokasi dokumen versi terakhir yang dimiliki. 

Untuk memaksimalkan metode kerja secara hybrid, Microsoft Teams dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi internal perusahaan dan pihak ketiga yang dapat diunduh secara gratis. Salah satunya adalah aplikasi Approvals pada Microsoft Teams. Approvals di Microsoft Teams merupakan hub untuk mengoordinasikan approval pekerjaan, baik itu proposal, dokumen kesepakatan dengan pihak eksternal, maupun formulir internal. 

Seperti diketahui, mendapatkan approval atau persetujuan dari atasan atau klien menjadi proses kerja yang memakan waktu. Dengan aplikasi tersebut, pengguna cukup memilih “New Approval Request”, menambahkan detail, lalu mengirimkan ke pihak yang memberikan approval. Kemudian, persetujuan dapat diberikan langsung di aplikasi Approvals Microsoft Teams.  

Dengan memaksimalkan fungsi-fungsi Microsoft Teams tersebut, para karyawan dan pemimpin perusahaan dapat bekerja lebih cepat dan efisien. Berkolaborasi dan berinteraksi dengan tim pun menjadi hal yang menyenangkan meski dilakukan secara virtual.

Fitur Together Mode pada Microsoft Teams Bantu Rapat Makin Fokus

Semakin maraknya hybrid working yang diterapkan oleh banyak perusahaan berimbas kepada semakin banyaknya penggunaan konferensi video untuk melakukan rapat perusahaan. Hal ini terpaksa dilakukan oleh banyak perusahaan untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar bisa memutus rantai virus Covid-19. Dalam hybrid working ini orang-orang melakukan pekerjaannya secara bergilir. Ada yang bekerja di kantor, ada yang bekerja di rumah. Dan ada juga yang bekerja di workspace untuk menjaga kenyamanan saat melakukan pekerjaan meskipun sebaiknya hal itu tidak dilakukan. Dalam keadaan seperti ini, rapat terpaksa harus dijalani dalam keadaan hybrid meeting.

Kesulitan yang biasa dialami oleh orang-orang dalam melakukan hybrid meeting adalah menjaga diri untuk tetap fokus. Fokus terbagi bukan karena seseorang sibuk dengan kegiatan lainnya saat rapat. Hal yang membuat seseorang sulit fokus saat rapat adalah tampilan pengguna yang kurang efisien dan kurang teratur. Biasanya, aplikasi pengadaan konferensi video memiliki tampilan pengguna yang monoton. Setiap orang hanya berada di satu bingkai kecil tanpa tampilan yang menarik. Selain itu, apabila rapat dilakukan oleh banyak orang, maka bingkai-bingkai tersebut akan terbagi ke dalam satu halaman yang lain. Jadi, bila harus mendengar seseorang yang berada di halaman lain, maka perlu menggesernya untuk menemukan orang tersebut. Apabila rapat dilaksanakan tanpa menyalakan kamera, kesulitan yang biasanya dialami oleh pengguna adalah tidak mengetahui siapa yang berbicara karena suara di dalam video konferensi tidak terlalu jernih. Dengan begitu orang-orang akan kesulitan menjaga fokusnya.

Permasalah ini sepertinya tidak luput dari perhatian Microsoft Teams. Mengetahui orang-orang kesulitan fokus saat hybrid meeting, Microsoft Teams langsung meluncurkan fitur unik dan menarik yang akan membantu orang-orang akan menjaga fokusnya. Fitur tersebut adalah Together Mode. Pada mode ini orang-orang tidak lagi berada oada sekat-sekat bingkai. Semua orang akan seperti berada pada suatu ruangan yang menyerupai ruangan rapat tanpa adanya sekat pemisah. Masing-masing akan duduk pada bangku yang disediakan. Semua berada pada satu bingkai yang besar sehingga fokus pendengar akan selalu terjaga karena akan selalu memperhatikan wajah pembicara dan juga gesturnya tanpa harus repot-repot mencari halaman si pembicara. Fitur ini juga membantu apabila pembicara atau pendengar menggunakan bahasa isyarat atau non-verbal.

Selain fitur Together Mode, Microsoft Teams juga memiliki fitur-fitur lain yang tentunya akan sangat membantu dan membuat pengalaman pengguna menjadi lebih menyenangkan. Fitur lainnya yang dimaksud adalah tampilan dinamis yang baru. Dengan fitur ini pengguna bisa berbagi konten berdampingan dengan orang lain dalam panggilan video. Lalu ada juga fitur reaksi langsung dengan emoji dan juga filter video, transkrip langsung, gelembung obrolan, dan juga balasan otomatis. Fitur-fitur tersebut tentunya akan sangat membantu ketika rapat sedang berjalan.

Untuk memanfaatkan seluruh fitur tersebut, Anda dapat berlangganan Microsoft 365 dengan menghubungi Solusi melalui tombol berikut atau nomor 021-7201419.

Pelaku UMKM Harus Berkolaborasi Demi Dongkrak Penjualan di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 memang memberikan imbas yang tidak main-main. Banyak perusahaan yang jatuh bahkan sampai bangkrut. Tidak terkecuali dengan usaha small medium business atau yang biasa disebut dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meskipun tidak memiliki modal yang besar, UMKM juga memiliki omzet yang sangat kecil. Keterbatasan di masa pandemi membuat pengusaha UMKM tidak berani berinovasi lebih jauh. Namun, bagaimana pun usaha harus tetap berjalan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dari 34 ribu pengusaha bisnis kuliner, sekitar 84 persennya mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi ini. Catherine Halim, Co-founder dan Marketing Director dari Kisaku mengatakan bahwa penurunan ekonomi ini dinyatakan lebih buruk dari krisis ekonomi pada tahun 1930 oleh International Monetary Fund (IMF). Pada saat itu krisis ekonomi mendapat sebutan The Great Depression. Hal itu berarti krisis ekonomi yang terjadi saat ini benar-benar sangat parah.

Untuk mengatasi hal itu, tentunya usaha UMKM bisa melakukan hybrid channel, yaitu hidup dalam pasar offline (luring) dan juga pasar online (daring). Penggunaan channel online ini bisa sangat menguntungkan mengingat di masa pandemi ini masyarakat lebih aktif berbelanja melalui daring. 

Namun, pasar UMKM tentu tidak sebesar pasar milik perusahaan-perusahaan besar. Jangkauan pasar UMKM sangat terbatas, mungkin hanya sebatas toko luringnya yang sebelumnya sudah berdiri. Hal itu akan menjadi penghambat UMKM untuk bisa berkembang sehingga pendapatan yang didapat tidak setinggi yang diperkirakan. Melakukan branding secara daring pun membutuhkan biaya yang sangat besar. Hal yang tidak bisa begitu saja dilakukan oleh UMKM. Meskipun begitu ada jalan lain yang sekiranya bisa membantu UMKM untuk bisa berkembang pesat, yaitu melalui program kolaborasi antar-UMKM.

Kolaborasi yang dilakukan satu pengusaha UMKM dengan pengusaha UMKM lain akan membuat pangsa pasar menjadi lebih luas. Jika sebelumnya satu usaha UMKM hanya memiliki segelintir konsumen, dengan adanya kolaborasi dengan usaha UMKM yang lain, maka konsumen yang tadinya tak tersentuh jadi bisa digapai. Apalagi proses kolaborasi ini dijalankan secara hybrid channel. Pasar yang bisa digapai tentunya menjadi lebih luas lagi. Meskipun masih belum bisa menyaingi pasar yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar.

Program kolaborasi ini tentunya tidak hanya menyatukan dua produk atau lebih menjadi satu begitu saja. Manajemennya pun harus sangat kuat. Meskipun awalnya berdiri atas nama masing-masing, tetapi ketika sudah melakukan kolaborasi, maka harus bisa membangun manajemen yang saling bersinergi. Untuk menjaga komunikasi menjadi lebih baik, perlu adanya fasilitas yang membuat beberapa pihak untuk terus terhubung karena adanya protokol kesehatan yang harus dipatuhi selama pandemi sehingga kendala jarak ini bisa teratasi. Misal saja Microsoft Teams yang memiliki banyak fitur di dalamnya.

Microsoft Teams sendiri juga sudah siap untuk membantu UMKM yang terdampak dengan merilis Teams Essentials. Microsoft Teams Essentials ini memang ditujukan untuk pelaku usaha UMKM agar terus berkembang di masa pandemi ini. Hanya dengan Rp 62.600, pelaku usaha UMKM bisa menikmati fitur-fitur terbaik yang disuguhkan Microsoft Teams untuk menjaga kolaborasi UMKM tetap terjaga. Misalnya rapat grup tak terbatas hingga 30 jam yang bisa digunakan untuk rapat dengan pelaku UMKM yang sedang berkolaborasi karena adanya kendala jarak sehingga pertemuan harus dilakukan secara daring. Pengguna juga mendapatkan servis penyimpanan cloud sebesar 10 GB untuk menyimpan data-data yang diperlukan dan juga dukungan telepon dan web di setiap saat.

Microsoft Teams Upgrade Kapasitas Menjadi 250 Peserta

Sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak perusahaan harus memutar otak untuk menangani masalah yang terjadi. Dampak dari pandemi ini tidak main-main. Beberapa perusahaan besar sudah mulai tumbang sampai menutup usaha bisnisnya. Perusahaan mencoba mencari jalan keluar agar kegiatan bisnis terus berjalan dan menjaga stabilitas perusahaan dengan tetap menjalankan prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah menjaga jarak. Solusi yang kemudian dipilih adalah hybrid working.

Bagi beberapa perusahaan, hybrid working dianggap efisien untuk menjaga stabilitas perusahaan. Hybrid Working sendiri memiliki artian bekerja secara kombinasi antara bekerja di kantor (WFO), bekerja di rumah (WFH), maupun bekerja di mana saja (WFA). Dengan begini, perusahaan tetap menjalankan prosedur kesehatan dan menjaga pekerjanya dari virus Covid-19. 

Hybrid Working dinilai menjadi metode yang paling cocok untuk digunakan pada masa pandemi seperti saat ini. Meskipun metode ini memiliki beberapa kekurangan, tapi kekurangan tersebut masih bisa diatasi dengan bantuan teknologi. Salah satu hal yang dirasakan sebagai kekurangan dalam metode hybrid working adalah melakukan rapat.

Pada kondisi normal, semua pekerja akan melakukan rapat secara tatap muka di dalam satu ruangan. Hal ini akan membuat penyampaian materi menjadi lebih jelas dan tepat. Namun, sejak pandemi dimulai, keadaan seperti itu sudah tidak bisa lagi dilaksanakan. Dengan mengusup metode hybrid working, maka jalan keluar sebagai pengganti rapat tatap muka adalah hybrid meeting

Konsep hybrid meeting sama seperti konsep hybrid working, yaitu pekerja melakukan rapat secara kombinasi antara WFO, WFH, dan WFA. Perangkat pendukung hybrid meeting ini tentu saja aplikasi konferensi video, seperti Microsoft Teams.

Microsoft Teams sebelumnya memang banyak digunakan oleh banyak perusahaan. Namun, semenjak pandemi, penggunaan Microsoft Teams oleh perusahaan lebih meningkat. Microsoft Teams sejak lama memang memiliki fitur konferensi video yang digunakan untuk melakukan rapat. Saat ini fitur tersebut menjadi lebih laku karena adanya metode hybrid meeting ini. 

Sayang, Microsoft Teams memiliki keterbatasan dalam kapasitas peserta. Microsoft Teams hanya mampu menampung 100 peserta dalam konferensi videonya. Namun, Microsoft Teams melihat adanya kebutuhan yang sangat meningkat sehingga mulai memberikan pembaruan pada fitur konferensi video miliknya yang sebelumnya hanya bisa diikuti 100 peserta dan sekarang menjadi 250 peserta. Bagi perusahaan-perusahaan besar, pembaruan ini tentu sangat membantu mengingat peserta rapat mereka memang tidak pernah sedikit. 

Selain konferensi video, Microsoft Teams juga memiliki fitur-fitur lain yang berguna bagi perusahaan, misalnya ruang obrolan, komunikasi dengan tim kecil atau tim besar, hingga kolaborasi langsung dengan aplikasi Office (Word, PowerPoint, Excel, Outlook).

Untuk memanfaatkan seluruh fitur tersebut, Anda dapat berlangganan Microsoft 365 dengan menghubungi Solusi melalui tautan berikut atau nomor 021-7201419.

Pindah ke Daring Bikin Untung Naik 46%, UMKM Perlu Bertindak

Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat untuk hidup dalam segala keterbatasan. Masyarakat sebisa mungkin harus membuat sekat dengan banyak orang demi memutus rantai virus yang sudah lama menyebar. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tentunya perlu melakukan inovasi demi bisa bertahan hidup. 

Untungnya, saat ini era digital sudah semakin pesat berkembang. Teknologi dapat memudahkan kegiatan manusia sehingga batas-batas yang dibuat masih bisa dilompati. Begitu juga dalam dunia bisnis, terutama bagi small medium business (SMB) atau bisa disebut juga sebagai sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

UMKM tidak seperti perusahaan-perusahaan besar yang memiliki untung yang besar. UMKM setidaknya hanya mendapat beberapa miliar sebagai omzet. Pendapatan yang tidak besar ini disebabkan UMKM cenderung melakukan bisnis secara konvensional. Padahal di dunia yang sudah serbacepat ini, segalanya sudah menjadi serbadigital. Untuk itu, penting bagi UMKM untuk bisa menjangkau pasar daring meskipun tidak semua UMKM bisa masuk ke pasar daring.

Menurut Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan, transaksi daring karena pandemi menjadi naik karena kebutuhan masyarakat kebanyakan dibeli secara daring sehingga keuntungan bisnis naik hingga 46%. Hal itu menunjukkan bahwa bisnis melalui jalur daring lebih efektif dari bisnis secara luring. Selain karena pandemi, digitalisasi juga bisa membuat bisnis dijangkau lebih banyak pembeli. Bisnis luring akan sulit mendapatkan pembeli dalam skala besar, terutama bagi UMKM.

Bisnis tentunya akan lebih efisien jika melakukan hybrid channel, yaitu melakukan bisnis secara luring dan daring. Namun, biaya dalam melakukan bisnis daring tentunya juga tidak kecil. Selain membuka pasar secara daring, segala peralatan pendukung juga harus bersifat daring untuk menjangkau klien seperti melakukan rapat dengan klien atau bahkan melakukan kolaborasi dengan mitra bisnis.

Demi meningkatkan produktivitas UMKM yang memiliki keterbatasan dana, Microsoft Teams memiliki jalan keluar yang bisa digunakan oleh pelaku UMKM yang ingin mulai beranjak menuju pasar daring. Microsoft Teams mengeluarkan Teams Essentials demi membantu kelangsungan bisnis UMKM. 

Dari Microsoft Teams Essentials itu, pelaku UMKM bisa mendapatkan berbagai macam fitur yang akan membantu pelaku UMKM dalam melakukan bisnis secara daring. Misalnya untuk rapat dengan klien, untuk menyimpan data-data ke dalam cloud, atau templat chat untuk bisnis kecil. Pelanggan juga bisa menggunakan beragam seperti fitur integrasi dengan Outlook Calendar, fitur penggantian latar belakang video, dan juga live closed captions.

Seperti yang telah disebutkan bahwa Teams Essentials ini memang ditujukan untuk pelaku UMKM karena harga yang perlu dikeluarkan untuk berlangganan hanya sebesar Rp 62.600. Dengan harga tersebut, pelaku UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi untuk masuk ke bisnis daring.

Dari Meeting Internal hingga Webinar, Microsoft Teams Jawab Kebutuhan Perusahaan

Pandemi Covid-19 yang mewabah di dunia, termasuk di Indonesia, sejak tahun 2020 telah memengaruhi dunia kerja. Sejumlah kegiatan bisnis pun beradaptasi, seperti meeting internal dan kegiatan webinar. Sejak pandemi, kegiatan yang biasanya digelar secara tatap muka, kini terpaksa harus dibuat secara online sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Agar kegiatan tersebut berjalan lancar, perusahaan harus jeli memanfaatkan teknologi yang mumpuni dan dapat mendukung secara optimal. Salah satunya platform Webinar yang tersemat pada layanan Microsoft Teams.

Melalui Microsoft Teams Webinars, kini Anda bisa menyelenggarakan meeting internal perusahaan hingga webinar dengan ribuan peserta secara profesional. Semua dapat dilakukan hanya melalui satu aplikasi terpusat. 

Sebelumnya, Microsoft Teams telah mempunyai platform khusus meetings dengan jumlah peserta maksimal 300 orang. Kini, dengan Microsoft Teams Webinars, Anda dapat menyelenggarakan event webinar dengan mengundang hingga 1.000 peserta.

Guna memastikan kelancaran webinar, Microsoft Teams Webinars dibekali dengan sejumlah fitur pendukung. Salah satunya Registration Form yang dapat diisi oleh calon peserta webinar sebagai bukti registrasi event.

Lalu, agar bisa menjangkau lebih banyak peserta, Microsoft juga menghadirkan fitur Event Details. Lewat fitur ini, penyelenggara dapat menampilkan informasi seputar webinar, mulai dari waktu pelaksanaan, topik yang akan dibahas, hingga profil pembicara dan moderator.

Kemudian, demi memfasilitasi pembicara dalam menampilkan presentasi agar bisa menyampaikan materi secara lebih mudah, Microsoft Teams Webinars pun telah dilengkapi dengan dua fitur khusus bernama PowerPoint Live dan Presenter Mode. Melalui PowerPoint Live, Anda akan memiliki kontrol penuh atas konten Anda.

Sebagai pembicara atau presenter, Anda pun bisa melihat slides, notes, meeting chat, dan audiens hanya dalam satu panel praktis. Sebagai contoh, Anda bisa meletakkan notes presentasi di samping slides untuk memudahkan penyampaian materi. Tampilan panel tersebut pun bersifat private sehingga hanya Anda yang bisa melihatnya.

Sementara itu, Presenter Mode memudahkan Anda sebagai presenter untuk mengatur konten dan video feed yang akan ditampilkan ke audiens webinar

Tak hanya itu, Microsoft Teams Webinar juga dapat memfasilitasi kebutuhan perusahaan dalam melakukan upaya lanjutan (follow up) setelah meeting atau webinar berakhir.

Anda bisa mengakses fitur Attendee Report yang tersedia pada Microsoft Teams Webinars. Laporan tersebut menunjukkan data seputar partisipasi peserta webinar, mulai dari identitas hingga seberapa lama mereka mengikuti webinar tersebut.

Data tersebut nantinya dapat digunakan oleh tim Customer Relationship Management (CRM). Untuk melakukan analisis dan menentukan peserta mana saja yang dapat mereka follow up.

Untuk memanfaatkan seluruh fitur tersebut, Anda dapat berlangganan Microsoft 365 dengan menghubungi Solusi melalui tautan berikut atau nomor 021-7201419.

Hybrid Channel, Solusi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Digitalisasi memegang peranan penting bagi small medium business (SMB) atau sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Tak hanya bertahan, digitalisasi nyatanya justru dapat memberikan pertumbuhan signifikan bagi SMB. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memaparkan bahwa hanya SMB yang telah terhubung dengan platform digital yang mampu mengalami pertumbuhan selama pandemi. Lebih spesifik lagi, pertumbuhan tersebut mencapai 26%.

Selain itu, indeks kepercayaan UMKM di semester awal tahun 2021 juga meningkat tajam dibanding dengan periode sebelumnya terhadap iklim bisnis di kala pandemi.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan SMB yang semakin “melek” dengan strategi kanalisasi hybrid (hybrid channel). Artinya, pelaku SMB menjalankan bisnis melalui dua kanal, yaitu offline dan online. Strategi ini diyakini dapat membantu meraih pertumbuhan yang positif di tengah tantangan pandemi.

Pengaplikasian hybrid channel diklaim mampu meningkatkan penjualan yang signifikan. Berdasarkan laporan Digital SME Confidence Index 2021 yang dirilis KoinWorks, sebanyak 48% pelaku SMB lebih memilih mengadopsi kanal hybrid untuk bertahan dan membuka peluang baru. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan penjualan sebesar 7% atau rata-rata 44% pada SMB yang menjalankan bisnis secara hybrid.

Di sisi lain, hybrid channel mampu membuka peluang komprehensif bagi pelaku industri startup digital untuk menciptakan sebuah ekosistem dan tren bekerja baru guna mendukung bisnis mereka.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah mengubah tren bekerja para karyawan. Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona, perusahaan mulai menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Terkadang, mereka menggabungkannya dengan sitem bekerja dari kantor atau work from office (WFO).

Kondisi tersebut kemudian melahirkan cara bekerja dan berkolaborasi secara hybrid. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan platform hybrid channel yang mumpuni untuk mendukung cara bekerja ini. Salah satunya seperti yang dihadirkan oleh Microsoft melalui Teams Essentials.

Untuk diketahui, Microsoft Teams Essentials merupakan layanan atau paket berlangganan pada platform video telekonferensi Teams yang dibuat khusus untuk pelaku SMB. Teams Essentials dirancang khusus agar para mereka bisa produktif di lingkungan kerja hybrid sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi pandemi Covid-19.

Dengan harga berlangganan mulai Rp 62.600, pelaku SMB nantinya bisa menggunakan platform Teams untuk mengembangkan bisnis, seperti menyelenggarakan pertemuan dengan klien atau berkolaborasi dengan mitra bisnis.

Sejumlah benefit yang bakal didapatkan pelaku bisnis UMKM adalah pertemuan grup tanpa batas hingga 30 jam, pertemuan hingga 300 orang, dan penyimpanan cloud dengan kapasitas 10 gigabyte (GB) per pengguna.

Selain itu, pelanggan Teams Essentials juga bisa menggunakan beragam fitur yang ada di platform Teams untuk memperlancar kegiatan mereka, misalnya fitur integrasi dengan Outlook Calendar, fitur penggantian latar belakang video virtual, live closed captions, group chat template khusus SMB, serta integrasi dengan Google Calendar yang bakal segera hadir.

Dengan sejumlah keunggulan tersebut, niscaya Microsoft Teams Essential dapat menjadi solusi terbaik untuk mendukung tren bekerja hybrid sekaligus menjadi jawaban untuk bertahan dan mengembangkan bisnis di tengah pandemi Covid-19.

3 Fitur Microsoft Teams yang Diunggulkan Perusahaan untuk Dukung Hybrid Meeting

Demi mencegah penularan virus corona, sejumlah perusahaan beradaptasi terhadap perubahan cara bekerja, berkolaborasi, dan berkreasi. Para pelaku bisnis menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak karena adanya keterbatasan melakukan pertemuan tatap muka. 

Oleh sebab itu, mereka memanfaatkan teknologi demi melanjutkan produktivitas di tengah pandemi, antara lain melalui rapat gabungan atau hybrid meeting. Hybrid meeting berarti gabungan dari partisipasi secara langsung dan virtual, online, atau cloud. Misalnya, sebuah rapat dihadiri beberapa orang dari ruang rapat, sementara peserta lain bergabung dari rumah atau lokasi lain.

Dengan hybrid meeting, konsep pertemuan tak terikat di lokasi tertentu. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan dukungan platform mumpuni sehingga tren bekerja ini dapat berjalan secara maksimal. Salah satu platform unggulan untuk mendukung hybrid meeting adalah Microsoft Teams.

Microsoft Teams merupakan aplikasi atau platform bagian dari ekosistem Office 365 besutan Microsoft. Aplikasi ini yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan melakukan semua aktivitas dari satu tempat.

Demi memaksimalkan kolaborasi pengguna dalam melakukan hybrid meeting, Microsoft Teams menghadirkan tiga fitur unggulan berikut

  • Integrasi penuh dengan Office 365

Office 365 merupakan kumpulan aplikasi pekerjaan atau office suite berbasis cloud yang bisa digunakan di beragam perangkat. Lewat integrasi dengan Office 365, pengguna juga memiliki akses untuk menggunakan Word, PowerPoint, Excel, OneDrive,

Integrasi Microsoft Teams dengan Office 365 juga meliputi perpesanan dalam jendela program Office 365. Dengan demikian, semua aktivitas pengeditan dapat dimonitor oleh siapa saja dan di mana saja.

  • Solusi perpesanan yang komplet

Sebagai wadah kerja kolaboratif, fitur perpesanan atau chatting jadi fitur inti dari Microsoft Teams. Aplikasi ini bisa jadi solusi perpesanan profesional yang terintegrasi dengan ragam perangkat dengan dukungan pesan berbasis teks, audio, atau audio visual via video call.

Untuk kebutuhan rapat, Microsoft Teams juga bisa terhubung dengan Skype for Business yang bakal membuat hybrid meeting makin gampang dan nyaman

  • Menghadirkan beragam Add-ins

Tak hanya terbatas pada korporasi, pengguna juga bisa memanfaatkan Microsoft Teams untuk kebutuhan organisasi atau komunitas sendiri. Ragam aplikasi tambahan atau Add-ins dapat disambungkan dengan mudah ke Microsoft Teams melalui Microsoft Store.

Salah satu Add-ins Microsoft Teams yang bersifat multiguna untuk dipakai berbagai organisasi adalah MURAL. Lewat aplikasi ini pengguna bisa berkolaborasi mengerjakan suatu proyek dengan kolega yang berada di lokasi yang berbeda. Pengguna akan didukung dengan MURAL bot yang secara konstan memberi notifikasi seputar perubahan proyek MURAL yang sedang dikerjakan.